Ini Cara mendatangkan trafik ke Web Tanpa SEO

Ini Cara mendatangkan trafik ke Web Tanpa SEO

Langkah penting berikutnya setelah Anda mempunyai Web atau Blog adalah mendatangkan trafik alias pengunjung. Konsepnya adalah Web Anda (misalnya Web jualan) maka seolah anda mempunyai Toko baru nih, lalu Anda pun harus bisa ‘mempromosikan’ Toko Anda sehingga orang-orang tau kemudian mampir setelah itu transaksi deh..

Nah gimana cara promosinya? Ada banyak cara untuk mendatangkan pengunjung web atau blog. Kita coba berpikir dari sisi konsumen. Misal kita akan mencari jenis handphone terbaru, apa yang akan Anda lakukan? ya.. biasanya kita googling dulu alias cari-cari di google dulu sebagai referensi awal (sebelum ketemu tokonya). Jadi langkah kita sebagai pemilik Web / Blog harus memperkenalkan alamat web/blog kita ke google, sehingga google tau ada toko dengan nama dan alamat tertentu. Dalam bahasa internetnya dikenal dengan di-index oleh google.

Berikut cara ‘memperkenalkan’ web kita ke google.

  1. Gunakan Google Webmaster Tools

Caranya.. Buka alamat berikut https://www.google.com/webmasters/tools/submit-url?hl=en_uk dan masukan alamat Web anda disana liat gambar berikut ya..

2. Paksa google lebih mengenal web kita, caranya agak extrim tapi ini bekerja loh..

Buka google.co.id sebanyak 11 tab dan masukan alamat web Anda di kolom searchnya, tapi ingat jangan dilakukan terlalu cepat kasih jeda kira-kira 10-15 detik antar tab. kenapa 11 tab.. ini hasil analisa dan perhitungan, jadi ikuti saja ya.. hehe

3. Promote dengan http://googleping.org/ ini akan ‘memperkenalkan’ web kita ke kolega google

4. Gunakan akun sosmed anda untuk promosi, bisa gunakan FB, Twitter, G+, atau yang lainya dengan mengarahkan pembaca untuk klik link web kita. contohnya:

5. Rajin-rajinlah posting.. ini yang wajib banget. Google akan makin cepat meng-index web kita, apalagi tulisan kita bukan copycat alias copy paste doang maka algoritma google akan menganggap web kita layak untuk terus di tampilkan. Kalau susah postingnya.. silahkan liat tools ini untuk memudahkan..

Nah.. demikian 5 langkah wajib untuk mulai ‘mengundang’ tamu ke web / blog kita. Semakin rame semakin untung juga kan, semakin mudah dicari di google semakin mudah toko/web kita ditemukan semakin untung juga

semoga bermanfaat.. silahkan di share ya..

Pesan Rasullullah tentang Tata Cara Mendidik Anak

Pesan Rasullullah tentang Tata Cara Mendidik Anak

Waahh.. koq pembahasan Wasilah Rezeki jadi melebar ya..?

Sebetulnya tidak, Rezeki yang kita terima sejatinya bukan hanya urusan materi atau uang. Tetapi malah lebih utama rezeki sehat, tetap dalam Iman dan Islam dan tentunya mempunyai anak Soleh/Solehah adalah dambaan bukan? Karena bisa jadi dari mereka kita bisa mendapatkan Syurga. Masih ingat ujar-ujar “Banyak Anak Banyak Rezeki”? jadi tetap nyambung kan.. kita bahas mengenai Anak yang juga merupakan bagian rezeki dari ilahi.

Tentunya kita ingin memiliki anak yang sesuai tuntunan agama bukan? dan berikut tips yang dianjurkan oleh beliau Rosul terakhir.

Mengenalkan dan mendidik anak tentang Tauhid

Rasullullah SAW bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas)

Dalam kitab Al Amali hal.475, Imam Al Baqir dan Imam ash Shadiq raadiyallahu ‘anhuma berkata, tahapan untuk mengenalkan Allah kepada anak adalah:
1. Pada usia 3 tahun, ajarkan kepadanya kalimah Tauhid, “Laila ha illallah” sebanyak tujuh kali.
2. Pada usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan kepadanya kalimah “Muhammad Rasullullah.”

Mendidik anak tentang Salat

Masih dalam kitab yang sama, Imam al Baqir dan Imam ash Shadiq ra menerangkan bagaimana seharusnya kita mengenalkan dan mendidik anak tentang salat.

1. Setelah anak usia 5 tahun dan telah memahami arah, maka coba tanyakan mana bagian kanan dan kirinya. Lalu ajarkan padanya arah kiblat dan mulailah mengajaknya salat.

2. Pada usia tujuh tahun ajaklah ia untuk membasuh muka dan kedua telapak tangannya dan minta padanya untuk melakukan salat.

3. Tata cara berwudhu secara penuh boleh diajarkan pada usia 9 tahun. Kewajiban untuk melakukan salat serta pemberian hukuman bila meninggalkannya sudah dapat di terapkan pada usia ini. Karena pada usia ini anak biasanya sudah pandai memahami akan urutan, aturan dan tata tertib.

memang pada masa-masa anak seperti ini tentu bukan perkara yang mudah, ditambah makin masivnya teknologi yang kadang bisa membuat anak lupa waktu. Tapi dengan teknologi pula anak bisa kita dorong dan latih dalam beribadah, pengajaran sholat dan lain-lain. Salah satunya dengan modul yang menggunakan teknologi augmented reality

Hak anak dalam pendidikan

Berkaitan dengan pendidikan agama, ada beberapa hal yang harus orang tua lakukan antara lain :
1. Memberikan nama yang baik.
2. Diakikahkan dan dipotong rambutnya (akan lebih baik dilakukan pada hari ketujuh).
3. Ada hak anak yang tertambat pada ayahnya yaitu mendapat pengajaran budi pekerti yang luhur, menulis, dan latihan fisik yang menyehatkan badannya serta diwarisi harta yang halal.

Tentang ibadah-ibadah dan amalan lainnya

Saat anak mendekati usia baligh, maka wajib bagi orang tua untuk mengenalkannya dengan puasa serta mewajibkan salat. Selain itu juga memerintahkan padanya untuk mencari ilmu, menghafal Al-Qur’an, dan jika tidak mampu maka perintahkan padanya untuk mencatat.

Subhanallah, betapa indah tuntunan yang telah Nabi berikan untuk mendidik anak kita. Sebagai penutup berikut adalah penjelasan Imam Ali Zainal Abidin radiyallahu’anhu dalam kitab Risatul Huquq.

“Adapun hak anakmu adalah, ketahuilah bahwa ia berasal darimu. Dan segala kebaikan dan keburukannya di dunia, dinisbatkan kepadamu. Engkau bertanggung jawab untuk mendidiknya, membimbingnya menuju Allah dan membantunya untuk menaati perintah-Nya. Maka, perlakukanlah anakmu sebagaimana perlakuan seseorang yang mengetahui bahwa andaikan ia berbuat baik pada anaknya, niscaya ia akan mendapatkan pahala dan andaikan ia berbuat buruk niscaya ia akan memperoleh hukuan.” (Al Khislal, hal.568)

Demikian pesan Rasullullah terkait dengan pendidikan anak.

source : the Asian Parents Indonesia