Nah.. Sekarang Mulai Dari Mana..??

Nah.. Sekarang Mulai Dari Mana..??

Sekian banyak respon dan sahabat sudah mulai terbuka dan berminat untuk mulai berbisnis, menjadi pengusaha, berwiraswasta. Tapi pertanyaan mendasar berikutnya adalah.. Nah.. Sekarang Saya harus mulai dari mana nih..??

Jawabanya.. Selamat, Anda tidak sendiri.. artinya hampir setiap kita  mengalami hal yang sama ketika menghadapi sesuatu yang baru atau mungkin ketika mengawali sesuatu. Jadi begini menurut saya yang harus dilakukan:

  1. Niat, Tegaskan niat dihati dan Tulis di kertas atau buku dan tempel ditempat yang sering Anda liat sehingga akan terus termotivasi untuk segera Action
  2. Mulai menggali apa potensi atau kemampuan yang anda miliki. Tidak ada rasanya orang yang ga memiliki bakat apa-apa,karena tidak mungkin seseorang dilahirkan tanpa dibekali kemampuan sama sekali. Yang ada mungkin anda belum menggali potensi itu.
  3. Poin 2 yang terpenting adalah sesuaikan dengan passion alias minat (bukan bakat dulu ya..), start dari minat dan kesukaan ini maka bakat kita akan terasah. coba deh, misal minat baca buku.. coba menulis atau bikin blog. Minat buat kerajinan tangan, coba buat dan foto lalu tag di sosmed mu.. temukan apa yang terjadi.. Yang suka berdagang, bisa coba dropship dulu yang tanpa modal
  4. kenapa menurut saya passion/minat dulu? karena jika kita minat dan enjoy melakukannya disitu akan dihasilkan produk yang membuat puas (minimal buat puas sendiri dulu). Dan akan terus terasah
  5. Poin 2-4 sudah.. maka ACTION langsung saja. jangan menunggu mood, atau berhitung untung-rugi.. karena akan semakin banyak barrier atau keraguan untuk mulai.

Memang kelihatanya simple ya.. tapi saya yakin ini butuh tenaga dan semangat yang extra loh. Karena sudah tipikal orang akan susah untuk melakukan hal baru.

Ingat kata-kata om Bob Sadino ” Bisnis yang bagus adalah bisnis yang segera dilakukan, bukan yang terus ditanyakan!!!” hehe.. JLEB banget ya..

so mari kita action !!!

Pesan Rasullullah tentang Tata Cara Mendidik Anak

Pesan Rasullullah tentang Tata Cara Mendidik Anak

Waahh.. koq pembahasan Wasilah Rezeki jadi melebar ya..?

Sebetulnya tidak, Rezeki yang kita terima sejatinya bukan hanya urusan materi atau uang. Tetapi malah lebih utama rezeki sehat, tetap dalam Iman dan Islam dan tentunya mempunyai anak Soleh/Solehah adalah dambaan bukan? Karena bisa jadi dari mereka kita bisa mendapatkan Syurga. Masih ingat ujar-ujar “Banyak Anak Banyak Rezeki”? jadi tetap nyambung kan.. kita bahas mengenai Anak yang juga merupakan bagian rezeki dari ilahi.

Tentunya kita ingin memiliki anak yang sesuai tuntunan agama bukan? dan berikut tips yang dianjurkan oleh beliau Rosul terakhir.

Mengenalkan dan mendidik anak tentang Tauhid

Rasullullah SAW bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas)

Dalam kitab Al Amali hal.475, Imam Al Baqir dan Imam ash Shadiq raadiyallahu ‘anhuma berkata, tahapan untuk mengenalkan Allah kepada anak adalah:
1. Pada usia 3 tahun, ajarkan kepadanya kalimah Tauhid, “Laila ha illallah” sebanyak tujuh kali.
2. Pada usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan kepadanya kalimah “Muhammad Rasullullah.”

Mendidik anak tentang Salat

Masih dalam kitab yang sama, Imam al Baqir dan Imam ash Shadiq ra menerangkan bagaimana seharusnya kita mengenalkan dan mendidik anak tentang salat.

1. Setelah anak usia 5 tahun dan telah memahami arah, maka coba tanyakan mana bagian kanan dan kirinya. Lalu ajarkan padanya arah kiblat dan mulailah mengajaknya salat.

2. Pada usia tujuh tahun ajaklah ia untuk membasuh muka dan kedua telapak tangannya dan minta padanya untuk melakukan salat.

3. Tata cara berwudhu secara penuh boleh diajarkan pada usia 9 tahun. Kewajiban untuk melakukan salat serta pemberian hukuman bila meninggalkannya sudah dapat di terapkan pada usia ini. Karena pada usia ini anak biasanya sudah pandai memahami akan urutan, aturan dan tata tertib.

memang pada masa-masa anak seperti ini tentu bukan perkara yang mudah, ditambah makin masivnya teknologi yang kadang bisa membuat anak lupa waktu. Tapi dengan teknologi pula anak bisa kita dorong dan latih dalam beribadah, pengajaran sholat dan lain-lain. Salah satunya dengan modul yang menggunakan teknologi augmented reality

Hak anak dalam pendidikan

Berkaitan dengan pendidikan agama, ada beberapa hal yang harus orang tua lakukan antara lain :
1. Memberikan nama yang baik.
2. Diakikahkan dan dipotong rambutnya (akan lebih baik dilakukan pada hari ketujuh).
3. Ada hak anak yang tertambat pada ayahnya yaitu mendapat pengajaran budi pekerti yang luhur, menulis, dan latihan fisik yang menyehatkan badannya serta diwarisi harta yang halal.

Tentang ibadah-ibadah dan amalan lainnya

Saat anak mendekati usia baligh, maka wajib bagi orang tua untuk mengenalkannya dengan puasa serta mewajibkan salat. Selain itu juga memerintahkan padanya untuk mencari ilmu, menghafal Al-Qur’an, dan jika tidak mampu maka perintahkan padanya untuk mencatat.

Subhanallah, betapa indah tuntunan yang telah Nabi berikan untuk mendidik anak kita. Sebagai penutup berikut adalah penjelasan Imam Ali Zainal Abidin radiyallahu’anhu dalam kitab Risatul Huquq.

“Adapun hak anakmu adalah, ketahuilah bahwa ia berasal darimu. Dan segala kebaikan dan keburukannya di dunia, dinisbatkan kepadamu. Engkau bertanggung jawab untuk mendidiknya, membimbingnya menuju Allah dan membantunya untuk menaati perintah-Nya. Maka, perlakukanlah anakmu sebagaimana perlakuan seseorang yang mengetahui bahwa andaikan ia berbuat baik pada anaknya, niscaya ia akan mendapatkan pahala dan andaikan ia berbuat buruk niscaya ia akan memperoleh hukuan.” (Al Khislal, hal.568)

Demikian pesan Rasullullah terkait dengan pendidikan anak.

source : the Asian Parents Indonesia